Nuansa Batavia Kota Tua Jakarta

oleh: Izzatu Miratin Nisa
Lapangan utama Kota Tua

       Jakarta sebagai ibu kota memiliki daya tarik wisata yang tak kalah bersaing dengan kota besar lainnya di Indonesia, salah satu tempat yang menjadi magnet wisatanya adalah Kota Tua, sebuah wilayah di Jakarta yang terbentang seluas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat  (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). 

Dahulu, lokasi ini merupakan pusat perdagangan di masa kerajaan Padjajaran dan kemudian sebagai pusat VOC. Belanda membangun sebuah kota bergaya arsitektural Belanda-Eropa yang disebut dengan Batavia. Kini tempat itu dikenal dengan Lapagan Fatahillah di mana Museum Fatahillah berdiri. Karena bangunan-bangunan bersejarah ini, kawasan Kota Tua pun akhirnya dijadikan sebagai situs warisan budaya pada masa pemerintahan Ali Sadikin. 

Museum Fatahillah sebagai Pusat Kota Tua 

Museum Fatahillah terletak di jalan Fatahillah No.2 dengan luas 1.300 meter persegi, museum ini juga dikenal dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Bisa dikatakan tempat ini merupakan pusat Kota Tua karena pada zaman kejayaannya, museum ini merupakan balai kota Batavia. Peresmian gedung ini menjadi Museum Fatahillah dilakukan pada masa pemerintahan Ali Sadikin di tahun 1974.

Foto bersama Yosep Sopyan, pemandu wisata Museum Fatahillah


Sekarang, pengunjung bisa mengunjungi bangunan peninggalan Belanda ini untuk melihat berbagai macam koleksi yang berjumlah 23.500 barang, terdiri dari material bumi baik murni maupun campuran, seperti logam, batu, kayu, dan sebagainya. Selain material, museum ini menyimpan benda-benda lainnya, baik yang asli maupun replika, seperti senjata yang digunakan pada masa perang Meriam si Jagur, pedang eksekusi, dan jenis senjata lainnya. Ditambah koleksi lain seperti sketsel, patung Hermes si dewa pembawa pesan, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda yang menjabat sejak tahun 1602-1942, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah serta prasasti. 

Penataan benda-benda di museum ini disusun berdasarkan kronologis kejadian dan perkembangan kota Jakarta dari masa ke masa sehingga pengunjung tidak kebingungan dan mampu mengikuti alur cerita yang disuguhkan. Ditunjang dengan display menarik, tambahan keterangan, peta, sketsa, gambar, dan foto-foto yang mampu memberi penjelasan lebih tentang faktor sejarah serta latar belakang sejarah Jakarta. 

Penampilan seperti ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga akan menarik minat pengunjung untuk mencari tahu lebih dalam sehingga menambah wawasan. Jika pengunjung adalah jenis wisatawan yang senang berfoto ataupun fotografi, kawasan di luar bangunan Museum Fatahillah bisa menjadi pilihan bagus. Penampilan luar bangunan ini meskipun sudah cukup tua, bagus untuk dijadikan latar berfoto. Suasana kolonial akan terasa, terlebih jika ditunjang dengan kostum yang sesuai. 

Pengunjung bisa berkeliling mengitari Museum Fatahillah menggunakan sepeda yang disediakan para penyewa. Selain semua hal tersebut, Museum Fatahillah memiliki beberapa aktivitas yang bisa diikuti para wisatawan dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Aktivitas itu diantaranya wisata Kampung Tua dan jelajah malam museum. Jika pengunjung ingin merasakan sensasi museum di malam hari, nonton bareng film-film jadul dengan jumlah minimal wisatawan 20 orang atau workshop sketsa Gedung Tua minimal 10 orang. 

Hal yang perlu diingat jika ingin mengunjungi Museum Fatahillah adalah jadwal dibukanya gedung ini, Museum Fatahillah buka setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 09.00-15.00 dan tutup untuk umum pada hari Senin dan hari besar. Mengingat museum ini terletak di wilayah yang rawan macet, pastikan berangkat lebih awal agar tidak terjebak kemacetan. 

Komentar

  1. both Kota Tua and your writings are great tho!

    BalasHapus
  2. kota bersejarah.. sayang belum kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe semoga di lain kesempatan bisa berkunjung ke Kota Tua kak😊

      Hapus
  3. Salah satu bangunan bersejarah di ibu kota, sayangnya belum pernah kesana hehe

    BalasHapus
  4. menambah wawasan baru, terimakasih kak

    BalasHapus

Posting Komentar